Mengapa Terbang di Bukit Bali?
Bukit Bali adalah pusat paralayang tandem wisata di Pulau Dewata. Registri flysite FASI mencatat lokasi Timbis – Nusa Dua Bali di Desa Kutuh dengan titik lepas landas 70 meter di atas permukaan laut, pendaratan pada 0–4 meter dpl, jarak lepas landas ke pendaratan sekitar 100 meter, angin dari selatan hingga selatan-barat daya, musim April–Oktober dan tingkat kesulitan Level 1 (paragliding.web.id, Sep 2026). Angin dari laut yang bertemu dinding tebing memberi daya angkat yang dimanfaatkan pilot untuk melayang tanpa mesin di atas Pantai Pandawa, Gunung Payung dan laut selatan.
Lokasi ini berada di kawasan wisata Desa Adat Kutuh: Timbis Paragliding, Gunung Payung Cultural Park dan Wisata Pantai Pandawa sama-sama dikelola sebagai unit usaha BUMDA Desa Adat Kutuh (kumparan, diverifikasi ulang Sep 2026), sehingga penerbangan mudah dipadukan dengan wisata pantai dan tebing di sekitarnya. Menurut catatan musim operator, situs menghadap selatan seperti Timbis, Gunung Payung, Tanah Barak dan Gunung Riug terbang sekitar April–Oktober, sedangkan tebing Uluwatu yang menghadap barat dipakai sekitar Oktober/November–Maret, sehingga hampir sepanjang tahun ada lokasi yang aktif mengikuti arah angin.